Monday, September 5, 2016

Sejarah Sepak Bola Indonesia menuju Piala Dunia 1938

Berikut adalah sejarah sepak bola Indonesia yang unik yang mungkin belum banyak diketahui oleh kita orang Indonesia. Saya akan coba paparkan Sejarah sepak bola indonesia dari awal berkembang hingga ikut serta dalam Piala Dunia 1938 Prancis.

Perkembangan Sepak bola mulai di Indonesia dimulai sekitar akhir dari tahun 1920-an dan diperkenalkan oleh Belanda. Istilah sepak bola dulu dikenal dengan nama voetbal (dari bahasa Belanda) yang artinya bola kaki. Sepak bola memang diperkenalkan di Asia khususnya Indonesia karena saat itu memang sedang booming dimainkan oleh bangsa Eropa, terutama bangsa Belanda. Biasanya Olahraga Sepak bola ini diselenggarakan pada acara pasar malam dan diadakan pada malam hari. Lapangan yang digunakan bertanding saat itu biasanya di Lapangan Singa (sekarang lapangan banteng) yang menjadi lokasi favorit pertandingan.

Yang paling sering bertanding saat itu adalah para tentara Belanda dan merekalah yang mulai membentuk perkumpulan sepak bola dan dikenal dengan istilahnya bond. Tak lama kemudian muncullah bond bond lain yang dibentuk oleh orang Belanda, Eropa dan orang Indonesia kalangan Elit. kemudian membentuk Perkumpulan Sepak bola Hinda Belanda atau Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB).

Pada tahun 1927, NIVB tumbuh berkembang dan berubah menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU). Dan saat itu juga sepak bola sudah mulai meluas ke masyarakat pribumi dan bangsa Cina. Mereka juga membentuk bond-bond sepak bola sendiri. Bond China menggunakan nama, antara lain Tiong un Tong, Donar, dan UMS. Dan bond pribumi biasanya mengambil nama wilayahnya, seperti Cahaya Kwitang, Sinar Kernolong, atau Si Sawo Mateng.

Dikarenakan banyak diskriminasi yang dilakukan oleh NIVU, Setahun kemudian (tahun 1928), dibentuklah Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ). Bahkan ternyata sebelumnya sudah dibentuk Persatuan Sepak Bola Djakarta (Persidja) pada 1925.

Akhirnya pada tanggal 19 April 1930 di gedung Soceiteit Hande Projo, Yogyakarta, Persidja turut membentuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Sehingga pada tahun 1930 an ini, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepakbola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) yang sudah berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) di tahun 1936 milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) punya bangsa Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik orang Indonesia.

Memasuki tahun 1930-an, banyak bintang lapangan baru bermunculan. Hal ini membuat bintang lapangan NIVB, G Rehatta dan de Wolf, harus turun pamor. Sebut saja berganti bintang lapangan saat itu daru bond China dan pribumi, seperti Maladi, Sumadi, dan Ernst Mangindaan. Di Tahun 1933, VIJ keluar sebagai juara pada kejuaraan PSSI ke-3. 

Indonesia menuju World cup, Sejarah Sepak Bola Indonesia 1938, Sejarah indonesia di Piala DUnia
Pemain Sepak Bola Indonesia menuju Piala Dunia 1938

Lima tahun berlalu terpatnya tahun 1938, Indonesia lolos masuk ke Piala Dunia. Pengiriman pemain kesebelasan Indonesia (Hindia Belanda) sempat terjadi mengalami hambatan. NIVU atau organisasi sepak bola Belanda di Jakarta bersiteru dengan PSSI. Ketua PSSI saat itu Soeratin Sosrosoegondo, insinyur lulusan Jerman yang lama tinggal di Eropa, ingin pemain PSSI yang dikirimkan, sedangkan NIVU ingin perwakilan NIVU yang berangkat. Dan akhirnya, kesebelasan yang dikirimkan ternyata perwakilan NIVU yang diakui FIFA tanpa mengikutsertakan pemain PSSI. Walau demikian, NIVU mengirimkan timnya ke Piala Dunia 1938, terdapat 9 orang pemain pribumi/Tionghoa.

0 comments:

Post a Comment