Monday, September 5, 2016

Sejarah Kaum Wanita di Dunia Sepak Bola

Pada dasarnya tidak ada peraturan yang melarang siapa saja yang boleh memainkan olahraga Sepak bola. Karena itulah ada sebagian wanita yang ikut ambil kesempatan untuk dapat menikmati dan merasakan nikmatnya olahraga sepak bola ini. Hal ini tentu saja akibat dari dampak meluasnya dan semakin populernya olahraga ini. Namun bagaimanakah sebenarnya Sejarah Kaum Perempuan di Dunia Sepak Bola

Sampai saat ini memang belum ada kepastian sejarahnya kaum wanita mulai bermain olahraga sepak bola. Berbagai pakar sempat melontarkan pendapat mengenai kapan dan di mananya wanita pertama kali mulai ada di kompetisi sepak bola. Football Association (FA) menginfokan bahwa pertandingan sepak bola wanita pertama kali diselenggarakan pada tahun 1895, ketika North mengalahkan South dengan skor 7-1. Namun British Broadcasting Corporation (BBC) mencatat bahwa pertandingan sepak bola wanita pertama sudah ada 14 tahun sebelumnya, saat Skotlandia mengalahkan Inggris dengan skor 3-0. Ada juga sumber lain yang menyebutkan dengan dokumentasi tentang sebuah pertandingan sepak bola putri pada 200 tahun sebelumnya yaitu 1628.

Seorang sejarawan sepak bola asal Selandia Baru Dr. Barbara Cox MBE, yang juga menjadi konsultan untuk FIFA, mengaku pernah melihat bukti yang lebih lama dari itu. Ditemukan sebuah lukisan yang menggambarkan, bahwa sejak masa Dinasti Donghan di Tiongkok, yakni pada abad kedua, sudah ada perempuan yang bermain sepak bola. Pertandingan sepak bola yang melibatkan perempuan biasanya sering diadakan pada saat memperingati hari-hari besar. 

Namun setelah berakhirnya dinasti Donghan, kiprah sepak bola untuk perempuan mulai meredup. Di yang Dinasti pengganti ini yaitu Dinasti Qing, Kaum Wanita tak lagi diperbolehkan bermain sepak bola seluruh kekuasannya. Sepak bola wanita menjadi hal yang sangat tabu di Tiongkok, bahkan cenderung mendapat label haram.

Sejarah sepak bola wanita lalu pindah ke belahan bumi Eropa. Tak mau kalah dengan bangsa Tiongkok, kaum wanita di Eropa pun mulai menyukai permainan ini. Sayangnya dengan bertambahnya jumlah peminat sepak bola dari kalangan wanita di Eropa, banyak juga dihadapkan dengan perlawanan kaum laki-laki yang beranggapan bahwa sepak bola adalah olahraga maskulin. Dan dari situ mulai muncul desakan untuk melarang perempuan bermain sepak bola. 

Walaupun larangan memang belum benar-benar muncul, sepak bola wanita terus ditekan perkembangannya. Malah sempat terjadi kejadian menarik pada 1880-an. Ada sebuah pertandingan sepak bola Wanita di Glasgow sampai harus dihentikan karena ada ratusan laki-laki yang memaksa masuk ke dalam lapangan untuk membubarkan permainan. Namun, kejadian itu tak lantas membuat kaum wanita lantas menyerah. Dan salah satunya adalah Mary Hutson, dengan menggunakan samaran Nettie Honeyball. Ia mendirikan sebuah tim yang diyakini sebagai tim sepak bola putri pertama, British Ladies Football Club. Perlawanan yang dilakukan sangat serius mulai dari menggunakan seragam yang pantas, bermain dengan profesional, sehingga mengundang kehadiran penonton dalam jumlah yang besar. Bahkan mereka sempat melakukan tur di Inggris dan Skotlandia dan menjalani sampai sekitar 20 pertandingan.

Sejarah sepak bola, Sejarah sepak bola wanita, sepak bola wanita
Kaum Wanita di Dunia Sepak Bola

Kemudian pada tahun 1917-an, di Inggris terbentuk sebuah tim sepak bola wanita yang Bernama The Dick, Kerr's Ladies. The Ladies sendiri merupakan para wanita pekerja dari sebuah pabrik amunisi, Dick, Kerr & Co., yang berlokasi di Preston, Lancashire. Dan pada tanggal 24 September 1922, dalam turnya ke Amerika Utara, mereka dikalahkan 3-6 oleh Paterson FC. Menariknya lawan yang dihadapinya itu merupakan tim yang berisi para lelaki. Paterson FC sendiri adalah Klub yang telah memenangi gelar National Association Football League pada 1917. Saya rasa tiga gol The Ladies membuktikan bahwa mereka juga cukup lihai bermain sepak bola. 

Namun langkah The Ladies harus terhenti. The Football Association (FA) melihat keberadaan mereka akan menjadi ancaman terhadap sepak bola laki-laki. Dan akhirnya pada tahun 1921, secara resmi sepak bola wanita benar-benar dilarang dimainkan di lapangan milik Football League, karena menurut FA di situs resminya saat ini, "... the game of football is quite unsuitable for females and ought not to be encouraged".

Walaupun pertandingan sepak bola wanita di Everton yang sempat ditonton sekitar 53.000 orang , FA tetap bertindak tegas seperti Dinasti Qing. Dengan putusan itu, sepak bola wanita di Eropa yang menjadi barometer para kaum wanita, mulai meredup lagi. Dan 34 tahun kemudian, dengan alasan yang sama kebijakan FA diikuti oleh beberapa negara lain di Eropa seperti Belanda dan Jerman.

Namun, seiring zaman, dan semakin berkembangnya pemahaman mengenai kesetaraan hak, sepak bola perempuan akhirnya muncul lagi ke permukaan pada 1971. Pada tahun-tahun itu memang ssedang berkembang pergerakan feminisme di dunia. Perlahan, sepak bola wanita mulai menjadi favorit lagi, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Di berbagai belahan dunia, banyak turnamen untuk sepak bola wanita digelar, meski masih bersifat sembunyi sembunyi.

Waktu itu FIFA, sebagai wadah sepak bola dunia, belum tergerak untuk memberi fasilitas bagi kaum wanita. Namun mereka mulai terbuka setelah timbulnya serangkaian desakan yang s alah satunya datang dari Ellen Wille, seorang delegasi dari Norwegia yang turut hadir di Kongres ke-45 FIFA di Mexico City. Ia dengan lantang menuntut agar FIFA lebih memerhatikan lahan sepak bola untuk wanita . Tuntutan yang lantas menjadi titik balik kebangkitan sepak bola putri di dalam naungan FIFA.

"Saya naik ke panggung di Kongres FIFA, dan menunjukkan bahwa sepak bola putri tidak pernah dibicarakan sama sekali di dokumen manapun. Saya juga mengatakan bahwa sudah saatnya perempuan memiliki Piala Dunia sendiri dan ambil bagian di turnamen sepak bola di Olimpiade," sebut Wille.



Berhulu dari tuntutan Wille, FIFA lantas bergerak untuk merintis turnamen khusus untuk kaum wanita . Dan akhirnya pada 1991, FIFA menggelar inagurasi kejuaraan dunia sepak bola wanita di Tiongkok. Turnamen itu menjadi tonggak kesetaraan gender di pentas sepak bola dunia.

0 comments:

Post a Comment